Buku Pintar Ibadah
Cover depan
Judul : pintar ibadah
Penulis : ust. Abdurrahim
Tahun terbit : 2005
Jumlah halaman : 320
Ide/gagasan penulis : Menurut saya, penulis ingin memberikan pemahaman tentang tata cara ibadah dalam Islam secara mudah dan praktis. Buku ini membahas berbagai materi seperti thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, doa-doa, dan terjemahan Juz Amma agar pembaca dapat memahami serta mengamalkan ibadah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Relevansi Ide/Gagasan dengan Kenyataan Sekarang : Ide yang disampaikan penulis masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di era modern, banyak orang yang sibuk sehingga membutuhkan sumber belajar agama yang sederhana dan mudah dipahami. Melalui buku ini, masyarakat khususnya anak-anak dan remaja dapat mempelajari dasar-dasar ibadah dengan lebih mudah sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Resume :
Buku Pintar Ibadah ini buku yang berisi pembahasan tentang tata cara beribadah dalam Islam. buku ini berisi cukup amat lengkap karena bukan hanya menjelaskan tentang thaharah (bersuci), shalat, puasa, zakat, haji dan umrah, tetapi buku ini juga menjelakan tentang Asmaul Husna, doa-doa pilihan, khasiat beberapa surah, serta terjemahan Juz ‘Amma. Secara umumnya, buku ini biasanya dapat dijadikan sebagai pedoman dasar bagi umat Islam dalam memahami dan melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Pada bagian awal, buku ini menjelaskan tentang thaharah atau bersuci. Thaharah ialah salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah, khususnya shalat. Dalam pembahasannya ini dijelaskan bahwa kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan jasmani, tetapi juga ini menjadi bagian penting dari ajaran Islam. Bersuci ini dapat dilakukan dengan wudhu, mandi wajib, maupun tayamum ketika tidak ada air atau terdapat halangan untuk menggunakan air. Ada juga niihh Penjelasan mengenai jenis-jenis najis dan cara mensucikannya juga dipaparkan dengan pembahasan yang mudah dipahami. Dari pembahasan ini juga kita dapat memahami bahwa Islam in sangat memperhatikan kebersihan karena kebersihan merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan ibadah.
Selanjutnya buku ini membahas tentang wudhu secara rinci. Dijelaskan mengenai niat, rukun, sunnah, dan hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Penulis ini juga memberikan urutan tata cara berwudhu yang benar mulai dari membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, hingga membasuh kedua kaki. Selain itu juga dijelaskan pula hikmah berwudhu, yaitu membersihkan diri sekaligus melatih kedisiplinan seorang muslim sebelum menghadap Allah Swt. Dalam perspektif ilmiah/suatu masalah berdasarkan ilmu pengetahuan, aktivitas mencuci anggota tubuh secara rutin juga dapat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Bagian berikutnya yaitu membahas tentang shalat sebagai tiang agama. Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Buku ini menjelaskan syarat wajib shalat, syarat sah shalat, rukun shalat, sunnah-sunnah shalat, hingga hal-hal yang membatalkan shalat. Penjelasannya ini disertai bacaan niat, doa iftitah, surat-surat pendek, tasyahud, dan salam sehingga memudahkan pembaca dalam mempraktikkannya dengan mudah.
Menurut buku ini, shalat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Shalat mengajarkan kita kedisiplinan karena dilakukan pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Selain itu, gerakan-gerakan dalam shalat mengandung nilai spiritual/nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah Swt yang mampu menumbuhkan ketenangan jiwa dan memperkuat hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, kualitas shalat tidak hanya diukur dari gerakannya saja, tetapi juga dari kekhusyukan dan keikhlasan hati ketika melaksanakannya.
Buku ini juga menjelaskan berbagai jenis shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Shalat wajib terdiri dari lima waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Sedangkan shalat sunnah meliputi shalat Dhuha, Tahajud, Witir, Rawatib, dan lain sebagainya. Penjelasan ini memberikan pemahaman bahwa selain menjalankan kewajiban, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pembahasan selanjutnya adalah mengenai puasa. Puasa merupakan ibadah yang mengajarkan pengendalian diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Buku ini menjelaskan syarat wajib puasa, rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta orang-orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dengan ketentuan tertentu.
Melalui puasa, seseorang diajarkan untuk melatih kesabaran, kejujuran, dan rasa empati terhadap orang lain yang kurang beruntung. Dalam sudut pandang sosial, puasa juga dapat memperkuat solidaritas/rasa kepedulian antar sesama karena umat Islam sama-sama merasakan lapar dan haus. Selain itu, secara ilmiah puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dilakukan dengan benar dan seimbang.
Setelah puasa, buku ini membahas tentang zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang bertujuan untuk membersihkan harta dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam buku ini dijelaskan macam-macam zakat, seperti zakat fitrah dan zakat mal, beserta syarat dan ketentuannya. Penulis menjelaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting.
Dengan adanya zakat, kesenjangan sosial dapat dikurangi karena harta yang dimiliki seseorang tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Oleh sebab itu, zakat memiliki peran strategis/sesuatu yang direncanakan dengan baik dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan mempererat hubungan antarsesama muslim.
Materi berikutnya adalah tentang haji dan umrah. Haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan bagi muslim yang mampu, sedangkan umrah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Buku ini menjelaskan syarat wajib haji, rukun haji, wajib haji, serta tata cara pelaksanaannya mulai dari ihram hingga tahallul.
Melalui pembahasan ini, pembaca dapat memahami bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual/sesuatu yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Haji mengajarkan kesederhanaan, kesabaran, serta persaudaraan umat Islam tanpa membedakan suku, bangsa, maupun status sosial.
Selain membahas ibadah pokok, buku ini juga memuat pembahasan mengenai Asmaul Husna, yaitu nama-nama Allah yang indah. Setiap nama Allah memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Penjelasan mengenai Asmaul Husna membantu pembaca mengenal sifat-sifat Allah dengan lebih mendalam. Dengan memahami Asmaul Husna, seseorang diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan menjadikan sifat-sifat tersebut sebagai inspirasi/sebagai motivasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, Allah memiliki sifat Ar-Rahman yang berarti Maha Pengasih dan Ar-Rahim yang berarti Maha Penyayang. Dengan memahami kedua sifat tersebut, seorang muslim dapat belajar untuk menjadi pribadi yang lebih penyayang terhadap sesama. Pembahasan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Asmaul Husna tidak hanya bersifat teoritis/menjelaskan saja, tetapi juga memiliki implikasi/dampak praktis dalam kehidupan.
Bagian yang cukup menarik dalam buku ini adalah kumpulan doa-doa pilihan. Doa-doa tersebut mencakup berbagai aktivitas sehari-hari, seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa masuk dan keluar rumah, doa bepergian, doa ketika sakit, hingga doa menghadapi kesulitan hidup. Kehadiran doa-doa ini sangat membantu pembaca untuk membiasakan diri mengingat Allah dalam setiap aktivitas.
Dari kumpulan doa tersebut dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bergantung kepada Allah dalam segala keadaan. Doa bukan hanya bentuk permohonan, tetapi juga wujud penghambaan dan rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya. Kebiasaan berdoa juga dapat memberikan ketenangan batin karena seseorang merasa selalu dekat dengan Allah.
Buku ini juga menjelaskan beberapa khasiat surah-surah tertentu dalam Al-Qur'an, seperti Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas. Penulis menjelaskan keutamaan membaca surah-surah tersebut berdasarkan ajaran Islam. Al-Fatihah dikenal sebagai Ummul Kitab atau induk Al-Qur'an karena mengandung pokok-pokok ajaran Islam. Sedangkan Al-Ikhlas menjelaskan tentang keesaan Allah dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
Melalui pembahasan ini, pembaca diajak untuk lebih mencintai Al-Qur'an dan membiasakan diri membaca serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang memberikan petunjuk bagi manusia.
Pada bagian akhir, buku ini menyajikan terjemahan Juz ‘Amma yang berisi surah-surah pendek dalam Al-Qur'an. Kehadiran terjemahan ini sangat membantu pembaca memahami makna ayat-ayat yang sering dibaca ketika shalat. Dengan memahami arti dari setiap surah, seseorang dapat lebih khusyuk dalam beribadah karena mengetahui pesan yang terkandung di dalamnya.
Secara keseluruhan, buku Pintar Ibadah memberikan pemahaman yang cukup lengkap mengenai dasar-dasar ibadah dalam Islam. Materi yang disajikan tersusun secara sistematis sehingga mudah dipelajari oleh berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Bahasa yang digunakan juga sederhana sehingga pembaca tidak kesulitan memahami isi buku.
Buku pembanding :
Cover depan
Cover belakang
Kelebihan buku Pintar Ibadah & buku Fiqh Islam
- Buku Pintar Ibadah ini berisi tentang pembahasan khasiat asmaul husna, doa² pilihan, khasiat surah², kemudian terakhir terjemahan juz amma. Buku ini lebih berorientasi/berfokus pada penguatan pemahaman dan praktik ibadah sehari-hari.
- Buku Fiqh Islam lebih menitikberatkan pada kajian hukum-hukum Islam yang berlandaskan Al-Qur'an, hadis, serta berbagai literatur/kumpulan sumber bacaan atau kitab fiqih sebagai referensi utama.
- Buku Pintar Ibadah, Kekurangan buku ini adalah pembahasannya lebih bersifat ringkas sehingga beberapa materi belum dijelaskan secara mendalam. Selain itu, buku lebih berfokus pada praktik ibadah sehingga pembaca yang ingin memahami dalil dan penjelasan fiqih secara rinci masih memerlukan referensi tambahan.
- Buku Fiqh Islam, Kekurangan buku ini adalah pembahasannya cukup kompleks karena banyak mengutip dalil dan pendapat ulama, sehingga membutuhkan pemahaman dasar fiqih agar lebih mudah dipahami. Bagi pembaca pemula, isi buku mungkin terasa cukup berat jika dipelajari tanpa pendampingan.




Komentar
Posting Komentar